banner 920x450

Thank You, Allah

Maruki.id— Kita sering merasa bahwa kita adalah orang yang paling kurang beruntung di dunia ini. Cita-cita kita tidak tercapai, doa-doa kita tidak terkabul, dan potensi kita tidak tersalurkan dengan baik. Kita melihat orang-orang di sekitar kita yang tampaknya telah mendapatkan apa yang mereka inginkan, kebutuhan mereka terpenuhi, dan hidup mereka terlihat lebih baik.

Dalam situasi seperti ini, kita mungkin akan merasa sedih, kecewa, dan bahkan marah. Kita mungkin akan mengeluarkan kata-kata atau kalimat-kalimat yang tidak berguna, seakan-akan kita adalah manusia yang paling terzolimi, manusia paling tidak beruntung, dan korban ketidakadilan. Betapa malang nasib kita.

Namun, ada kisah menarik dari Nabi Musa AS yang dapat memberikan kita pelajaran berharga. Suatu hari, Nabi Musa AS didatangi oleh seorang ummatnya yang miskin dan berpenampilan lusuh. Orang miskin itu meminta Nabi Musa AS untuk menyampaikan permohonannya kepada Allah SWT agar dia dijadikan orang kaya.

Nabi Musa AS tersenyum dan menjawab, “Wahai saudara, banyak-banyaklah bersyukur kepada Allah SWT.” Orang miskin itu tampak terkejut dan kesal. “Boro-boro di suruh bersyukur, makan aja jarang dan pakaianku hanya yang saya gunakan saja,” katanya, sebelum akhirnya pulang begitu saja.

Berselang beberapa waktu, datang seorang ummat Nabi Musa AS yang kaya dan berpenampilan rapi. Orang kaya itu meminta Nabi Musa AS untuk menyampaikan permohonannya kepada Allah SWT agar dia dijadikan orang miskin.

Nabi Musa AS kembali tersenyum dan berkata, “Wahai saudaraku, janganlah engkau tidak bersyukur kepada Allah SWT.” Orang kaya itu menjawab, “Bagaimana mungkin aku tidak bersyukur kepada Allah SWT karena Ia telah memberiku mata untuk melihat, kaki untuk berjalan, tangan untuk bekerja?”

Kisah ini memberikan kita pelajaran bahwa kita harus belajar menerima hidup ini apa adanya dan berterima kasih atas apa yang Allah SWT berikan kepada kita. Janganlah kita menjadi orang yang tidak pandai bersyukur dan selalu merasa tidak puas dengan keadaan kita. Sebaliknya, kita harus berusaha untuk menjadi orang yang pandai bersyukur dan menerima nikmat Allah SWT dengan hati yang ikhlas.

Belajarlah menerima hidup ini apa adanya dan belajarlah berterima kasih atas apa Allah SWT berikan kepada kita

[Jiwa jiwa gagah yang pantang menyerah Bab Tunnels to a better life/ A.Mukhlis]

Maros, 4 Agustus 2025

Penulis: Arham

Ayo dukung maruki.id agar tetap online.
Berikan saweran terbaikmu!
banner 300x600

Redaksi maruki.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya
Semesta Bugis dan Hal-Hal yang Perlu Dijelaskan

Semesta Bugis dan Hal-Hal yang Perlu Dijelaskan

Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Palestina?

Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Palestina?

Trending
No popular posts within this time range.
Ayo dukung maruki.id agar tetap online.
Berikan saweran terbaikmu!
banner 300x600