banner 920x450

Dari Sang Legenda MU, Eric Cantona, untuk Palestina

Eric Cantona. Nama itu saya dengar dari Bapak sedari kecil. Sebagai pemain yang disegani. Ia, sang legenda Manchester United (MU), termasuk di antara banyak publik figur Barat yang memilih berdiri bersama Palestina. Mari simak Cantona membacakan puisi karya penyair Palestina, Samith al-Qasim berjudul “Enemy of The Sun” (Musuh Matahari). Berikut terjemahannya;

Aku bisa — jika kamu mau — kehilangan mata pencaharianku

Aku bisa menjual kemeja dan kasurku,

Aku bisa bekerja sebagai tukang potong batu,

Penyapu jalanan, atau buruh angkut.

Aku bisa membersihkan tokomu

Atau mengais sampahmu untuk cari makanan.

Aku bisa terbaring lapar,

Oh musuh matahari,

Tapi

Aku tak akan berkompromi

Dan hingga denyut nadi terakhirku

Aku akan melawan.

Kalian bisa mencaplok jengkal tanah terakhirku,

Menaruh masa mudaku di sel penjara.

Kalian bisa menjarah warisanku.

Kalian bisa membakar buku-buku dan puisiku,

Atau memberi makan anjing dengan dagingku.

Kalian bisa menebar jaring teror,

Di atas atap-atap desaku,

Oh musuh matahari,

Tapi

Aku tidak akan berkompromi

Dan hingga denyut nadi terakhirku

Aku akan melawan.

Kalian bisa memadamkan cahaya di mataku.

Kalian bisa memisahkanku dari ciuman ibu,

Kalian bisa mengutuk ayahku, rakyatku.

Kalian bisa mengaburkan sejarahku,

Kalian bisa merampas senyum anak-anakku

Dan kebutuhan hidup lainnya.

Kalian bisa menipu teman-temanku dengan muka palsu.

Kalian bisa membangun tembok kebencian di sekelilingku.

Kalian bisa menempelkan mataku pada penghinaan,

Oh musuh matahari,

Tapi

Aku tidak akan berkompromi

Dan hingga denyut nadi terakhirku.

Aku akan melawan.

Oh musuh matahari

Hiasan demi hiasan ditampakkan di pelabuhan,

Sahut-sahutan memenuhi udara,

Kilauan di hati,

Dan di horizon

Layar terkembang

Menantang angin

Dan kedalaman.

Tersebutlah Marsekal Lapangan Dedan Kimathi (Mau Mau)

Pulang ke rumah

Dari lautan kehilangan.

Ini adalah kepulangan matahari,

Dari rakyatku terbuang,

Dan demi dia dan dia,

Aku bersumpah

Aku tidak akan berkompromi

Dan sampai denyut nadi terakhirku

Aku akan melawan,

Melawan — dan melawan.

Simak Videonya

Ayo dukung maruki.id agar tetap online.
Berikan saweran terbaikmu!
banner 300x600

berkontribusi sebelum mati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya
Andi Hasmuliadi, Dari Musholla Sekolah di Palopo hingga Kursi Ketua PKS di Luwu

Andi Hasmuliadi, Dari Musholla Sekolah di Palopo hingga Kursi Ketua PKS di Luwu

Melepas Sang Bunda

Melepas Sang Bunda

Rupanya Dulu Pendiri JSIT Belajar ke Sekolah Yusuf Islam

Rupanya Dulu Pendiri JSIT Belajar ke Sekolah Yusuf Islam

Trending
No popular posts within this time range.
Ayo dukung maruki.id agar tetap online.
Berikan saweran terbaikmu!
banner 300x600