banner 920x450

Dua Hari di Asteria

Difoto sama Om Fotografer berambur gonrong

Senang sekali dapat info di WAG Percasi Lutim tentang Turnamen Catur Koperasi Cup 1 di Asteria Cafe, Pinrang 5–6 Juli 2025. Turnamen ini masuk kategori Catur Cepat dengan time control 25 menit increment 3 detik.

Kami lagi di kampung, Desa Tonrong Rijang, Sidrap. Tidak jauh dari lokasi turnamen. Hitung-hitungan di Google Map jatuhnya 30 menitan ke sana. Shiddiq dan Jihad antusias berpartisipasi. Ini akan menjadi bahan yang bagus buat mereka jika nanti dapat tugas menulis cerita tema liburan sekolah.

Hari H. Kami berangkat bertiga pakai motor tante Mardawiyah. Di tengah hujan gerimis. Tantangan muncul. Area Kabo Lokae banjir. Air sawah naik ke jalan. Paling parah di area Kampung Baru setelah jembatan. Bapak yang jaga di jembatan sarankan matikan mesin motor jika memang mau melintas. Dorong saja. Memang dari tadi malam sudah hujan dan lumayan deras.

Kita putuskan ambil jalur lain. Lewat jalan sawah. Ato Sidrap yang sudah paham jalur itu mengetes apakah layak dilewati. Rupanya tidak. Air menutupi bebatuan tajam yang menyusun jalan tersebut. Kesimpulan sementara, putar balik ke rumah.

Ato Sidrap tahu jalur lain tapi perlu dipastikan dulu ke panitia apakah tidak masalah jika telat tiba. Maka saya telpon Pak Akmal, salah seorang panitia turnamen. Kata beliau tidak masalah telat technical meeting. Pun nanti bisalah dikomunikasikan dengan wasit pertandingan. Kita jadi ambil jalur ketiga. Lewat Kulo, tembus Tellang-Tellang, lalu Simae sebelum naik ke jalan poros menuju Kota Pinrang. Alhamdulillah. Meluncur.

Begitu sampai suasana sudah riuh. Peserta membludak tembus 163 orang terdaftar. Meski faktualnya tidak semua hadir namun, crowded-nya masih lumayan. Panitia sampai angkut kursi dan meja dari luar Asteria Cafe. Bahkan area kafe yang lesehan pun dipakai. Turnamen ini memang skala Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) dan tidak dipungut biaya. Apalagi ini musim libur sekolah.

Pairing Babak pertama keluar. Entah kenapa nama kami bertiga tidak muncul. Melapor ke panitia. Syukur ada solusinya. Babak 1 saya lawan anak baru lulus SMA. Shiddiq ketemu Jihad. Saya kalah Jihad menang. Panitia memutuskan ada 9 babak pertandingan. Masih ada kesempatan kumpul poin.

Baca Juga: Denting Dekade

Babak 2 ketemu lawan dari Pangkep. Dari papan catur standarnya kelihatan jika beliau biasa main. Tampaknya yang bersangkutan, sejalan dengan penuturannya, kelamaan mikir. Waktunya makin menipis sedangkan saya memilih kuatkan pertahanan. Serangannya menjadi-jadi di fase akhir. Increment 3 detik menguntungkannya jika bisa menyerang dan mengobrak-abrik pertahanan dengan cepat. Saya memilih menyederhanakan pertandingan dengan saling makan. Tapi end game beliau lumayan merepotkan. Bentengnya mengincar pion saya yang mencoba promosi jadi Ratu yang notabene tumpuan harapan terakhir saya memenangkan laga. Untung masih ada Gajah yang bisa dipakai menutup celah Benteng yang incar pion. Pertandingan itu berakhir dengan lawan, Pak Mirdha, menyerah. Alhamdulillah dapat poin pertama. Atmosfir pertandingan yang ketat mesti dicairkan dengan momen lain; makan. Kita makan siang dulu di warung dan shalat jamak qashar di Masjid Agung Al Munawwir.

Keep Calm and Play Chess

Di antara peserta ada Cakrawala, pecatur cilik asal Makassar yang juga punya kanal Youtube Cakrawala Catur. Anak ini Juaranya Catur Junior di Sulsel. Cakra datang didampingi orang tua dan adik perempuannya. Di sela-sela turnamen menyempatkan untuk bincang lepas dengan ayah bunda Cakra. Saya tanyakan cara memunculkan tayangan video animasi catur di tengah tayangan video pemain. Ibunya berkenan berbagi tekniknya. Jadi saat Cakra bertanding, mesti ada orang lain yang membuka aplikasi lain, bisa pakai fitur Analisa pada Chess.com. Posisi bidak-bidak pada permainan real mesti disesuaikan dengan posisi bidak di fitur Analisa tadi sambil direkam dengan aplikasi video screening. Berikutnya akan di-cut lalu ditimpa ke video pemain. Ya, pekerjaan sih memang, sesuai tutur ibu Cakra.

Kata Bapaknya, Cakra ikut les catur offline dan online. Offline dengan Rudy siapa gitu. Online dengan FM Masruri Rahman yang juga streamer catur populer, RL Chess. Saya tanya apakah les catur efektif meningkatkan kemampuan? Kalau kata Bapaknya Cakra, les itu akan efektif jika pada diri anaknya ada motivasi intrinsik untuk belajar mandiri. Ini poin penting. Dari obrolan ini setidaknya saya bisa belajar bahwa memang untuk meningkatkan kemampuan anak les itu penting. Ini juga yang dipakai Pak Komang ke anaknya, Satya — Juara Catur Lutim — plus dari Pak Komang sendiri. Memang orang tua mesti “intervensi” di fase awal pembentukan keterampilan bermain. Harus bersedia “repot”. Saya kira rumus yang sama bisa diterapkan di bidang lain. Hal lain yang saya dapatkan adalah gantungan kunci channel Cakrawala Catur.

Menang lawan Pak Henra, Sekretaris Percasi Sidrap. Kalah lawan Pak Johan Jalil dari Pinrang yang punya kenalan Anggota DPRD yang juga kenalan Om Bahar, hehe

Turnamen berakhir. Dari 9 Babak saya sendiri cuma menang 3 kali. Juara 1 MN Budiman dari Polman. Sempat ngobrol dengan beliau juga yang dulunya pelatih di Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA).

Kami mampir ke Coto Daeng Bali sebelum balik. Cotonya enak. Plus gratis ketupat dan es teh. Harganya terbilang murah hanya 20 k. Alhamdulillah buka puasa Asyura di sini.

Terlepas dari hasil akhir Shiddiq dan Jihad di turnamen kali ini, saya harap mereka bisa menyerap banyak input berharga plus tentunya pengalaman buat ke depan. Penting buat mereka bersungguh-sungguh untuk menang sekaligus lapang bila tumbang. Insyaallah bulan ini akan ada turnamen lokal Lutim dan di klub kami, Sorowako Chess Club.

Dokumentasi photo bisa dilihat disini

Ayo dukung maruki.id agar tetap online.
Berikan saweran terbaikmu!
banner 300x600
Tagged with:
CaturMaruki Daily

berkontribusi sebelum mati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya
Rencana Allah Sangat Baik

Rencana Allah Sangat Baik

Denting Dekade

Denting Dekade

Surya Wijaya, Sosok Terampil dan Tulus itu Telah Pergi

Surya Wijaya, Sosok Terampil dan Tulus itu Telah Pergi

Sesekali Mampir ke “Majelis Ustadz Hilmi”

Sesekali Mampir ke “Majelis Ustadz Hilmi”

Trending
No popular posts within this time range.
Ayo dukung maruki.id agar tetap online.
Berikan saweran terbaikmu!
banner 300x600