K.H. Hilmi Aminuddin atau Ustadz Hilmi berada di zaman pembentukan rijal/kader sehingga kita dapati dalam banyak taujih beliau berisi pesan-pesan ideologis. Fokus beliau lebih banyak ke sisi internal organisasi, menguatkan murid-murid beliau yang kelak mengisi posisi strategis di ruang publik. Sebut saja Dr. Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR RI, dan Prof. Irwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat dua periode.
Di era Dr. Salim, PKS, — yang sudah berganti lambang — ada tantangan zaman yang mendorong PKS harus lebih infklusif. Sebab itu kita dapati beliau memberi keteladanan dengan bertemu tokoh lintas komunitas, kader-kader didorong untuk menemukan titik temu dengan elemen bangsa lainnya.
Tiap fase ada tuntutan dan tipe figurnya. Dari “Majelis Ust. Hilmi” kita bisa membawa pulang pondasi ideologis sebelum beranjak ke “Majelis Dr. Salim” untuk merengkuh spirit kolaborasi. Tentu ini tidak bermaksud menegasikan, tapi lebih ke titik tekan.
Lewat ragam informasi yang beredar, kita bisa sampai pada kesimpulan bahwa PKS dari hari ke hari terus menguatkan aspek kolaborasi. Sejalan dengan konten-konten yang lahir dari rahim “Majelis Dr. Salim”. Dan memang semestinya demikian. Tapi sesekali, kita tetap perlu bertandang ke “Majelis Ustadz Hilmi”.
Maka pada titik ini, mari berterima kasih pada mereka yang punya concern ke arah tersebut. Setidaknya, ada dua. Yang pertama, ikhtiar teman-teman di Ngaji Bareng Media. Boleh cek kanal Youtubenya. Bahkan, di Haul Ustadz Hilmi yang ketiga, Ust. Cahyadi Takariawan, salah satu penggerak acara ini mengabarkan akan terbitnya buku perihal Napak Tilas Pemikiran Dakwah Ustadz Hilmi. Dan beliau sendiri selaku editornya. Yang kedua, buku terbitan Lembaga Kajian Pemikiran Islam Indonesia (LKPII) bertajuk “Wacana Kebangsaan, Paradigma Baru Kepemimpinan Dakwah di Era Keterbukaan Politik Indonesia. Buku ini lumayan tebal dan mendapat pengantar dari aktivis dakwah di Malaysia dan Thailand. Termasuk dari peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Firman Noor.
Kita yang tak punya akses menghadiri majelis-majelis jadi punya kanal mendaras dan menadah petuah lewat mujahadah para arsiparis.
Selamat Milad ke-23 buat Partai Keadilan Sejahtera!
1 Mei 2025

